Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Sudharmawan, mengatakan hal itu diketahui berdasarkan hasil pantauan visual dan seismik. "Suara gemuruh itu terdengar hingga radius 2,5 kilometer dari kawah Bromo, sejak pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB," kata Dharmawan, dalam keterangan persnya melalui pesan singkatnya.
Saat ini, kata dia, kondisi di Gunung Bromo masih siaga meski kondisi cuaca terang, angin tenang, dan disertai asap tebal. "Tekanan sedang ke arah barat daya, tinggi asap sekitar 100-200 mdpk suhu 9-11 derajat Celcius," katanya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Dharmawan mengaku belum bisa memprediksi apakah akan terjadi letusan. Menurut dia, kondisi Gunung Bromo mirip Gunung Raung, sulit diprediksi. "Yang jelas kita akan tetap waspada dalam status siaga Gunung Bromo," tandasnya.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dewi mengumumkan status Gunung Bromo dari waspada menjadi siaga sejak pukul 14.00 WIB, Kamis, 4 Desember. TNBTS menutup caldera dari semua aktivitas wisata maupun pendakian.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur melarang pendaki mendekati Gunung Bromo di radius 2,5 kilometer dari pusat kawah Gunung Bromo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
