Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Jatim (Kabid PPMK Dinkes Jatim), Ansarul Fahrudda, mengatakan tak susah untuk membasmi keberadaan nyamuk Aedes aegypti. Biasanya, nyamuk bersarang di tempat kumuh, kotor, dan genangan air.
"Yang jelas nyamuk tersebut tidak beraktivitas pada malam hari. Jika masyarakat menemukan ciri-ciri seperti itu, bisa kami pastikan itu nyamuk aedes aegypty (pembawa virus DBD)," jelas Ansarul, ditemui di ruang kerjanya, Selasa (2/2/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Corak nyamuk yaitu belang hitam dan putih. Nyamuk beraktivitas pada pagi dan sore hari, mulai dari bertelur hingga mengisap darah.
Masyarakat, kata Ansarul, harus mengetahui tempat-tempat yang menjadi sarang nyamuk. Misalnya bak mandi, vas bunga, kaleng bekas, pecahan botol, hingga talang air. Air kotor pun menjadi tempat yang cocok untuk nyamuk.
"Jadi, jika kalian yang di rumah mengetahui ada botol, kaleng, pot bunga berisi air hujan, segeralah dibuang dan dibersihkan agar tidak menjadi sarang nyamuk Aedes aegypty," terangnya.
Ansarul meminta masyarakat peduli terhadap lingkungan. Bersihkan sarang nyamuk. Sehingga keluarga pun aman dari serangan DBD.
Bila ada yang suhu panasnya tinggi selama tiga hari, Ansarul meminta warga tetap membawa orang tersebut ke Puskesmas atau rumah sakit. Sehingga, penanganannya pun jadi lebih sigap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
