Temuan mayat itu, kemudian dilaporkan warga pada petugas kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Warga berusaha mengevakuasi jasad pria tersebut. Namun, Sungai Bengawan Solo sedang meluap sehingga upaya evakuasi mengalami kesulitan.
"Pertama muncul di permukaan dalam keadaan tengkurap, terus dikejar ke tengah Bengawan," ungkap Siswanto, warga Banjarsari di lokasi temuan, Selasa.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Derasnya arus sungai membuat mayat yang mulai membusuk itu terseret sekitar 2 kilometer dari lokasi penemuan. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah itu kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk dioutopsi.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Kantor BPBD Bojonegoro, Sukirno, menyatakan jenazah pria itu sudah sulit dikenali karena membusuk. Semula, dia menduga jenazah itu merupakan warga Kabupaten Magetan yang terhanyut di Bengawan Solo beberapa hari lalu.
"Tapi, setelah kita konfirmasi ternyata bukan. Karena, warga Magetan itu perempuan, bukan pria," jelasnya kepada Media Indonesia.
Jasad pria tersebut diperkirakan berusia sekitar 71 tahun, tanpa identitas, dan tidak mengenakan pakaian. Dia mengimbau warga segera melapor ke kepolisian terdekat jika ada keluarga yang hilang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(BOB)
