medcom.id, Sidoarjo: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan sosial kepada 350 keluarga sejahtera mandiri (KSM) di wilayah kecamatan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Bansos Program Keluarga Harapan ini diberikan secara nontunai melalui rekening bank.
Program ini sedianya sudah berlaku di wilayah Kabupaten Sidoarjo sejak 2007. Namun, baru kali ini diberikan secara nontunai. Penyaluran dana bansos nontunai ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Hal itu guna mengantisipasi penyalahgunaan pencairan dana bansos itu.
"Sesuai arah Presiden penyalurannya tidak lagi secara tunai, tapi sudah nontunai. Jadi, tidak ada lagi penyalahgunaan terhadap pencairan tersebut," kata Khofifah Indar Parawansa di Pendopo Dekta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (17/7/2016).
Penyerahan ini merupakan kali kedua setelah Kementerian Sosial melakukan percobaan di Kota Malang. Saat itu ada 30 penerima bantuan sosial melalui Program Keluarga Harapan.
"Ini juga sekaligus peluncuran e-Warung yang juga akan disebar dan dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia. Karena saat ini kan semuanya sudah elektronik, jadi mau enggak mau harus pakai elektronik untuk memudahkan masyarakat," kata dia.
Tahun ini, Kementerian Sosial sudah mengalokasikan dana bansos untuk 3,5 juta masyarakat miskin. Pemerintah berencana akan menambah alokasi dana bagi 6 juta masyarakat yang berhak mendapatkan bansos.
Pada tahap ini, dana bansos sebanyak Rp40 triliun akan disalurkan secara nontunai melalui bank. Bansos PKH ditargetkan akan tersalur sebesar Rp20 trilliun melalui rekening BTN.
"Penyalurannya juga akan memanfaatkan jaringan kantor pos di seluruh Indonesia agar menjangkau masyarakat sampai ke pelosok-pelosok," pungkas dia.
Pada tahap ini, dana bansos sebanyak Rp40 triliun akan disalurkan secara nontunai melalui bank. Bansos PKH ditargetkan akan tersalur sebesar Rp20 trilliun melalui rekening BTN.
"Penyalurannya juga akan memanfaatkan jaringan kantor pos di seluruh Indonesia agar menjangkau masyarakat sampai ke pelosok-pelosok," pungkas dia.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(TTD)
