Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar saat merilis tangkapan bisnis satwa lindung di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (22/10/2015). Foto: Metrotvnews.com/Rosyid
Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar saat merilis tangkapan bisnis satwa lindung di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (22/10/2015). Foto: Metrotvnews.com/Rosyid (Muhammad Khoirur Rosyid)

Polisi Gerebek Bisnis Satwa Lindung

gerebek satwa langka
Muhammad Khoirur Rosyid • 22 Oktober 2015 21:22
medcom.id, Surabaya: Bisnis satwa yang dilindungi digerebek Bareskrim Mabes Polri Bersama Satreskrim Pelabuhan Tanjung Perak di Jalan Gresik, Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 21 Oktober. Seorang tersangka bernama Abdulrahman Assegaf, 61, warga Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya, diamankan.
 
Dalam penggerebekan itu polisi mengamankan barang bukti berupa 345 kilogram karapas atau sisik penyu kering, 70 kilogram daging penyu kering, 82 kilogram tanduk rusa, dan 80 ekor kuda laut kering. Perkara ini dirilis langsung Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar.
 
Kepala Unit V Subdit I Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Mabes Polri AKBP Soegeng Irianto mengatakan, bisnis milik tersangka ini adalah bisnis tripang yang di dalamnya didapatkan jenis satwa yang dilindungi seperti penyu dan rusa yang dijualbelikan secara ilegal.
 
“Satwa tersebut dilindungi sesuai PP 7 tahun 1999 yang mengatur satwa dan tumbuhan yang dilindungi,” kata Soegeng, saat merilis hasil penangkapan itu, Kamis (22/10/2015).
 
Menurutnya, tersangka merupakan pengusaha pengepul dan pengolah hasil laut berupa tripang. Satwa tersebut didapatkan dari Ambon dan Papua yang dikirim melalui jalur laut. “Tersangka menjualnya lagi kepada pembeli. Barang ada yang dikirim ada pula pembeli yang langsung mendatangi lokasi gudang miik tersangka,” ujarnya.
 
Atas perbuatannya ini tersangka dijerat Pasal 21 ayat (2) huruf b dan d, jo Pasal 40 ayat (2) UU 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara dan denda Rp100 juta.
 

(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif