Kamarul diduga kelelahan dan mengalami gangguan pernafasaan setelah menghirup gas sulfatara kawah Gunung Ijen. Saat mendaki, kondisi korban lemas. Sejumlah penambang belerang membantu dan membawanya turun untuk mendapat penanganan medis. Namun, nyawa korban tidak dapat tertolong saat akan menuju Puskesmas Licin.
Korban mendaki bersama istri dan dua anaknya. Mereka berangkat dari penginapan Ijen Cliff dan tiba di kawasan Paltuding Ijen satu hari sebelumnya. Mereka mulai mendagi sekitar pukul 04.30 WIB, Sabtu, 10 Oktober.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Sebelumnya, otoritas setempat sudah menutup jalur pendakian ke kawah eksotis sejak Kamis, 1 Oktober. Penutupan pendakian dilakukan menyusul terjadinya letusan keras dari dalam kawah yang menimbulkan semburan gas sulfatara.
Namun, 5 Oktober, aktivitas pendakian dibuka kembali. "Itu pun berlangsung sehari karena malamnya kembali dilarang," kata Kapolsek Licin, AKP Jupriadi.
Jupriadi mengatakan korban meninggal dalam perjalanan menuju Puskesmas Licin.
Sebelumnya, Johan Joseph Brunner, 68, wisatawan asal Swiss, juga meninggal di tengah perjalanan saat mendaki kawah Gunung Ijen dari Paltuding Tamansari, Kecamatan Licin. Kematian Brunner juga diduga karena menghirup asap sulfatara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
