"Untuk jumlah yang sudah kami tarik di seluruh Indonesia sebanyak 28 ribu karton, nantinya akan kami musnahkan segera," kata Head of Corporation and Marketing PT Ultra Prima, Abadi Yuna Eka Kristina, dihubungi di Surabaya, Rabu (21/10/2015).
Yuna tidak menjelaskan kapan mulai menarik permen yang sudah beredar luas di pasaran. Yuna juga enggan menyampaikan jumlah total permen Rainbow yang sudah diproduksinya sejak tahun 2013 hingga produksi terakhir tanggal 8 Oktober 2015 lalu.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Maaf mas, untuk jumlah produksinya kami tidak bisa sebutkan angkanya. Yang jelas permen yang sudah kami tarik akan segera dimusnahkan," katanya.
Di kemasan permen merk Raonbow itu tidak hanya nama 'Ya Allah' yang diplesetkan menjadi 'Ya Owah' saja, juga terdapat nama-nama gaul lainnya. Misalnya 'Makan' menjadi 'Kemek', 'Pikiran Jelek' menjadi 'Sojun'.
Perusahaan itu juga membantah tudingan yang menyebutkan produksi permen itu menistakan salah satu agama. Meski demikian, pihak perusahaan tetap meminta maaf atas kejadian tersebut.
"Kami minta maaf kepada seluruh umat Muslim, kami benar-benar tidak ada niatan menistakan agama. Kami minta maaf," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
