Ketua PWNU Jawa Timur, KH Hasan Mutawakkil Alallah mengatakan, silaturrahmi ini digelar untuk menindaklanjuti berbagai permasalahan nasional yang akhir-akhir ini terjadi. Dalam hal ini Polri dan NU siap mengawal keutuhan NKRI.
"Sebagaimana kita ketahui akhir-akhir ini, atmosfer Indonesia gerah dan memanaskan. Kami ingin Jawa Timur tertib dan tidak terganggu keamanannya," katanya, di Kantor PWNU, Kota Surabaya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Dijelaskan Mutawakkil, kondisi Indonesia saat ini tidak terlepas dari pertarungan global. Dia menambahkan, gerakan transnasional yang mengatasnamakan movement political of Islam sangat mengganggu Indonesia.
"Semua dicampuradukkan antara gerakan politik dengan agama, akibatnya atmosfernya jadi gerah," ungkapnya.
Untuk itu, lanjut Mutawakkil, demi menjaga keutuhan nasional, sebagaimana instruksi PBNU, warga NU di Jawa Timur dilarang ikut aksi 112 di Jakarta. Sebab, aksi tersebut dikhawatirkan malah menimbulkan kerusakan.
"Kami sesuai komando PBNU, warga NU Jawa Timur tidak ada yang berangkat," jelasnya.
Kapolda Jawa Timur, Irjen Machfudz Arifin mengatakan, memang ada beberapa warga Jawa Timur yang berangkat untuk aksi 112 di Jakarta. Namun, jumlahnya tidak sampai ratusan.
"Mereka berangkat secara personal. Jadi tidak perlu dikhawatirkan," katanya.
Selain Kapolda dan Ketua Tanfidziyah PWNU, sejumlah perwira menengah dan kyai sepuh Jawa Timur hadir dalam pertemuan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
