Aksi damai massa PDIP Surabaya. Medcom.id/Amaluddin
Aksi damai massa PDIP Surabaya. Medcom.id/Amaluddin (Amaluddin)

Massa PDIP di Surabaya Kecewa Keputusan Megawati

pdi perjuangan
Amaluddin • 10 Juli 2019 03:32
Surabaya: Puluhan massa berseragam PDI Perjuangan (PDIP)  menggelar aksi damai di kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Surabaya, Jawa Timur. Aksi itu digelar sebagai bentuk kekecewaan terhadap keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam menunjuk pengurus baru DPC PDIP Kota Surabaya pada konferensi cabang (konfercab) PDIP beberapa waktu lalu.
 
Ketua PAC PDIP Simokerto Tri Widayanto mengatakan aksi tersebut digelar secara spontan, tanpa ada yang menggerakkan. Ini dilakukan sebagai bentuk mengawal DPC PDIP Kota Surabaya setelah Konfercab PDIP di Surabaya pada Minggu, 7 Juli 2019.
 
"Acara ini spontanitas dari kawan-kawan Pengurus Anak Cabang (PAC), tidak ada seorang pun yang menggerakkan aksi ini," kata Tri, Selasa malam, 9 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Tri, aksi tersebut sebagai buntut turunnya rekomendasi Megawati kepada Adi Sutarwijono sebagai Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, menggantikan Whisnu Sakti Buana. Tri mengatakan, surat rekomendasi itu diteken langsung oleh Megawati dan Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto. Namun, kata dia, sebagian peserta Konfercab menolak keputusan dari DPP PDIP tersebut.
 
Tri mengaku kecewa terhadap keputusan Megawati. Sebab, Megawati terkesan tidak mengindahkan aspirasi kader akar rumput.
 
"Utusan dari DPP yang memimpin sidang malah membacakan surat keputusan, yang kalimatnya bahwa DPP memutuskan untuk membaca rancangan rekomendasi Ketua DPC Kota Surabaya," kata Tri.
 
Pengurus PAC di bawah kecewa terhadap keputusan DPP PDIP. Padahal, DPP sebelumnya telah meminta usulan nama-nama pengurus baru kepada pengurus di masing-masing tingkat, PAC tingkat kecamatan, DPC tingkat kabupaten/kota, dan DPD tingkat provinsi.
 
Hal itu sebagaimana diatur dalam Peraturan PDIP No. 28/2019 terkait kewenangan masing-masing tingkat punya kewenangan mengusulkan nama-nama pengurus baru.
 
Tingkat PAC misalnya, kader PAC di bawah telah mengusulkan satu nama, yakni Whisnu Sakti Buana. Demikian juga di tingkat DPC, diusulkan lima nama yaitu Whisnu Sakti Buana, Syaifuddin Zuhri, Agustin Poliana, Sukadar dan Untung.
 
Sementara tingkat DPD PDIP Jatim, mengusulkan Adi Sutarwijono dan Baktiono, dan kemudian semua nama-nama itu dibawa ke DPP PDIP di Jakarta untuk diputuskan. Namun DPP mengabaikan usulan dari pengurus PAC dan DPC, dan hanya memilih usulan dari DPD PDIP Jatim.
 
Meski DPP telah menunjuk Awi Sutarwijono, Tri yakin rekomendasi dari DPP masih bersifat rancangan, sehingga bisa berubah. "Rekomendasi itu masih berupa rancangan, belum menjadi keputusan," kata Tri.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif