"Jangan sampai tragedi tahun lalu terulang kembali, yakni ada paskibra (pasukan pengibar bendera) tertabrak kendaraan. Satu siswa harus diamputasi akibat kecelakaan tersebut," kata Kapolres Jombang Ajun Komisaris Besar Agung Marlianto di Jombang, Jawa Timur, Selasa 8 Agustus 2017.
Agung menyaranakan, peserta hendaknya latihan gerak jalan di lapangan atau di jalan desa yang minim lalu lintas kendaraan. Sehingga, keselamatan perserta dapat terjamin.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Jika harus latihan di jalan protokol, Agung meminta ada pengawalan dari pelatih. PEngawalan yang dimaksud adalah dengan mengunakan lampu atau penanda lainnya di depan dan barisan.
"Penanda tersebut dimaksudkan agar para pengendara lebih berhati-hati," pungkasnya.
Pada 2016, sebanyak 11 anggota paskibra Kecamatan Mojowarno, Jombang, ditabrak truk di jalan protokol. Akibatnya, sembilan orang luka parah dan dua lainya luka ringan. Bahkan, salah satu korban harus menjalani amputasi kaki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(NIN)
