Ilustrasi/Cliparts
Ilustrasi/Cliparts (Amaluddin)

Madura Penyumbang Tertinggi Kasus Anak Kerdil

gizi kurang
Amaluddin • 11 Februari 2016 20:53
medcom.id, Surabaya: Pulau Madura menduduki daerah tertinggi dengan kasus stunting atau anak di bawah umur lima tahun (balita) tumbuh dalam keadaan bertubuh pendek di Jawa Timur. Dinas Kesehatan Jatim menyebut sekitar 50 persen kasus stunting disumbang dari Madura.
 
"Dari data yang ada, Madura penyumbang terbanyak di Jatim," kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Harsono, di Surabaya, Kamis (11/2/2016).
 
Rinciannya, sebanyak 45 persen bocah kerdil ada di Kabupaten Pamekasan. Urutan kedua Kabupaten Jember sebanyak 43,5 persen, kemudian Kabupaten Situbondo sebanyak 41,5 persen, dan Kabupaten Bangkalan sebanyak 37,5 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Harsono, kasus bocah cebol atau kerdil ini disebabkan karena banyak faktor. Di antaranya karena asupan gizi yang diberikan kepada anak tidak seimbang dengan karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin dan air. "Sehingga terjadilah pertumbuhan tubuh kerdil atau stunting," katanya.
 
Penyebab lainnya, kata dia, karena faktor turunan dari orang tua, penyakit, serta kurangnya asupan gizi saat anak masih berada di dalam kandungan. "Yang paling dominan itu karena kurangnya asupan gizi. Kalau faktor turunan minim sekali," kata dia.
 
Untuk mencegahnya, Harsono mengimbau orang tua, khususnya ibu, agar menjaga pola makan anak. Ibu harus memberikan asupan gizi yang cukup bagi pertumbuhan anak terutama saat dalam kandungan. Sebab, jika tidak, kasus stunting terhadap anak bakal terjadi.
 
"Khusus ibu hamil, harus benar-benar memberikan asupan gizi yang baik. Ibu harus selalu mengonsumsi asupan nutrisi sesuai kebutuhan. Sebab, asupan dalam tubuh ibu sebagai penentu pembentukan tubuh bayi," kata dia.

 

(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif