Jaringan ini sempat sulit terendus karena tak menggunakan media sosial sebagai arus utama percakapannya. Meski begitu, Metrotvnews.com mendapatkan percakapan antara muncikari dengan pelanggan di akun Line. Langgam percakapan terasa sopan.
"Ada yang sudah langganan. Tak sembarang pelanggan diterima karena muncikari sangat berhati-hati," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, di Mapolda Jatim, Selasa (20/12/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Baca: Prostitusi Jaringan Mahasiswa di Surabaya Terbongkar
Dari percakapan, tampak muncikari, PSK, dan pelanggan sudah pernah bertemu. Percakapan itu sepertinya merupakan pesanan lanjutan setelah sebelumnya sukses memesan.
"Yg 3jt tadi, yang bawa baju item bang. Yang fotonya aku kirim terahir. Kalau iya, besok anaknya tak lobby bang," begitu salah satu percakapan antara muncikari dan pelanggan.

Percakapan antara mucikari dan pelanggan di sosial media Line
Frans Barung menegaskan jaringan ini semuanya mahasiswa. "Tidak perlu saya sebutkan perguruan tingginya. Universitas swasta ataupun negeri. Pokoknya universitas di Surabaya," kata dia.
Polisi menyatakan prostitusi ini merupakan praktik perdagangan manusia seperti diatur di UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Manusia.

Percakapan antara mucikari dan pelanggan di sosial media Line
Polda Jatim membongkar jaringan prostutusi mahasiswa di Surabaya, 18 Desember 2016. Dua tersangka, yakni laki-laki berinisial AP, 21, asal Lamongan; dan perempuan berinisial UY, 20, asal Surabaya, ditangkap. Keduanya masih berstatus mahasiawa aktif di salah satu perguruan tinggi di Kota Surabaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
