"Saya juga tak tahu kok tiba-tiba hasil cetakannya seperti ini. Saya hanya menerima mesin yang saya pesan dari Tiongkok," kata Longwa, di kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Al Akbar, Surabaya, Selasa (13/10/2015).
Menurut Longwa, mesin cetak tersebut dipesan dan didatangkan dari Cina sejak September 2014 hingga Oktober 2015. "Kami memproduksi awal 2015 dengan jumlah sekitar 30 ribu hingga 40 ribu pasang sandal (mirip lafaz Allah), dan kini sudah tersebar di seluruh Indonesia," katanya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Longwa mengaku baru mendapat keluhan soal sandal yang sudah diproduksinya itu pada, Sabtu, 10 Oktober 2015. "Akhirnya kami menarik kembali semua sandal yang sudah beredar itu. Kami benar-benar tidak tahu terkait desain mesin cetak yang kami pesan," katanya.
PT Pradipta Perkasa Makmur tak hanya memproduksi sandal kontroversial itu. Sejumlah alas kaki juga mereka produksi. Perusahaan ini terletak di KM 33,2 Jalan Raya Wringinanom, Kabupaten Gresik.
Perusahaan ini mulai memproduksi sandal pada September 2014 sebanyak 12 ribu pasang. Selanjutnya, Desember 2014 enam ribu pasang, Maret 2015 7.420 pasang, April dan Juli 24 ribu pasang. Selanjutnya Agustus 2015 memproduksi 16.500 pasang, September 10.150 pasang, dan Oktober enam ribu pasang.
Sebelumnya, beredar foto-foto sandal berlafal Allah di jejaring sosial. Sandal tersebut terdiri dari dua warna. Pertama sandal hitam dengan dilengkapi motif pita. Kemudian sandal abu-abu yang juga bertuliskan lafaz Allah di bagian luar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
