Haris mengaku sengaja memproduksi kopi bergambar wajah Jessica agar kopi produksinya laris terjual. Menurut Haris, ide itu muncul saat mencuatnya kasus kopi mengandung sianida yang menyebabkan kematian Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso.
"Niat saya hanya berjualan. Tidak ada niat lain selain untuk menarik minat konsumen. Walaupun namanya Coffee Jessica, tetapi tidak ada sianidanya seperti kasus yang membelit Jessica," kata Haris, ditemui di kediamannya, Senin (22/8/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Berkat label itu kopi buatannya dikenal banyak orang. Bahkan, akhir-akhir ini kopi itu ramai diperbincangkan di jejaring sosial Facebook. Haris mengaku tidak tahu jika kopi bungkus buatannya mulai beredar luas di jejaring sosial.
"Saya malah baru tahu sekarang kalau beredar di internet. Alhamdulillah," kata dia tersenyum.

Haris saat membungkus kopi berlabel "Coffee Jessica" di kediamannya, di Jalan Kedingding, Surabaya, Senin 22 Agustus 2016
Haris menjelaskan, dirinya mendapat bahan dasar kopi dari Jember. Menurutnya, biji kopi asal Jember berkualitas bagus. Selain rasanya yang nikmat, aromanya juga harum.
"Yang jelas kopi buatan saya ini aman dan menyehatkan bila dikonsumsi," katanya.
Hingga kini ia sudah memproduksi Coffee Jessica sebanyak 7 lusin atau sekitar 100 bungkus. Dia sudah menjual produk ini dalam dua bulan terakhir. Setiap bungkus kopi dengan berat 150 gram itu dipatok Rp15 ribu. Agar lebih menarik, dia memberi bonus gelas.
"Satu bungkus kopi siap seduh ini bisa menjadi 10 sampai 12 cangkir. Sedangkan bila mememakai gelas turki (gelas hadiah), bisa sampai 15 gelas," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
