Seperti yang diakui Asmuni, Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sumenep. Dia akan menekankan kepada mahasiswa agar berkegiatan keagamaan di dalam kampus saja. Sebab di kampus sudah ada wadah organisasi keagamaan.
“Silakan mahasiswa berkegiatan sesuai agama masing-masing di dalam kampus,” terangnya, Kamis 11 Mei 2017.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Bahkan dia menyebut sudah ada peraturan yang disiapkan untuk kegiatan keagamaan dalam kampus. Yang jelas, katanya, kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45 dilarang diadakan di kampus, meski kegiatan itu berbau agama tertentu.
“Kami tidak ingin muncul radikalisme di kampus ini,” harapnya.
Asmuni menegaskan akan senantiasa mengevaluasi kegiatan organisasi keagamaan kampus. Hal itu untuk memastikan kegiatannya masih dalam koridor yang benar. Tapi untuk saat ini, dia memastikan tidak ada mahasiswa yang disusupi HTI.
Sementara Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Sumenep, Abd Azis, mengimbau masyarakat tidak mengikuti ajakan untuk aktif di HTI. Meski begitu, dia masih menunggu intruksi dari pusat terkait langkah yang akan diambil.
“Kami tidak bisa membuat kebijakan sendiri, karena kami terstruktur. Karenanya, kami masih menunggu intruksi langsung dari kementerian terkait apa saja yang harus kami lakukan,” terangnya.
Beberapa waktu lalu, kata dia, HTI Sumenep dikabarkan akan mengadakan acara di salah satu ruangan Kemenag Sumenep. Dia membenarkan sempat ada penolakan dari sebagian kalangan terkait rencana itu.
Tapi dia memastikan bahwa HTI tidak pernah berkomunikasi secara kelembagaan dengan Kemenag Sumenep soal acara tersebut. Acara itu tidak jadi digelar. Tapi dia mengaku tidak tahu alasan gagalnya acara itu, karena memang tidak pernah ada komunikasi resmi mengenai acara tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
