"Kerusakan jalan ini cukup parah," kata salah satu warga Desa Wilayut, Tonijan, di lokasi, Kamis 6 April 2017.
Jalan rusak parah seakan menjadi pemandangan buruk bagi warga dan pengendara setiap harinya. Bahkan, banyaknya jalan berlubang itu belum mendapat perhatian dari pemerintah. "Belum ada perbaikan sama sekali. Kasihan pengendara yang melintas. Kalau enggak hati-hati bisa terperosok, terlebih saat hujan turun," katanya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
.jpg)
Selama ini, kecelakaan kerap terjadi dikawasan tersebut. Dalam kurun waktu sepekan kecelakaan bisa terjadi dua kali. Karena itu, warga terpaksa menanam pohon di jalan berlubang tersebut.
"Biasanya, jalanan ini sering dilewati truk besar. Sehingga kondisi jalan cepat rusak dan berlubang. Kami hanya berharap agar pemerintah segera memperbaiki kerusakan jalan tersebut. Sehingga bisa mengurangi angka kecelakaan," harapnya.
Kerusakan jalan juga mendapat perhatian dari Ketua Moda Transportasi Indonesia (MATI) Sidoarjo, Franky Effendy. Menurutnya, kerusakan jalan bisa ditimbulkan dari beberapa faktor. Diantaranya, kualitas pembangunan/konstruksi jalan yang buruk maupun jalan kelas III C milik Pemda kerap dilalui truk bermuatan besar.
"Harusnya jalan kelas III C ini tidak dilalui truk-truk besar, yang tonase nya melebihi kapasitas," kata Franky.
Begitu juga konstruksi jalan. Menurutnya, kualitas konstruksi jalan juga akan berpengaruh pada ketahanan maupun kekuatan jalan itu sendiri. Pihaknya meminta, agar pemerintah terkait, baik Dishub, Satlantas Polresta Sidoarjo maupun SKPD harus berbenah agar tidak memakan korban selanjutnya.
"Perlu ada tindakan. Truk besar yang besar itu harus ditindak, dan konstruksinya juga harus disesuaikan spesifikasi," ujar Franky.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ALB)
