"Kita pernah mengadakan acara di Gelora 10 November, Surabaya, yang hadir 60 ribu orang. Itu pun jemaah yang hadir kami batasi, karena fasilitasnya tidak ada," kata perwakilan pengurus HTI DPD Jawa Timur, Saifudin Budiharjo, di Kota Surabaya, Rabu, 10 Mei 2017.
Saifudin mengklaim, HTI Jatim memiliki DPD di setiap Kabupaten/Kota di seluruh Jawa Timur. Jumlah anggotanya juga berbeda-beda di masing-masing daerah.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Saya tidak bisa memastikan berapa jumlah anggota kami di Jawa Timur. Namun, kami pernah membuat acara dihadiri 25 ribu lebih anggota, terus juga pernah 60 ribu anggota," ungkap Saifudin.
Saifudin memastikan, dalam berdakwah HTI tidak pernah menggunakan kekerasan dan mengganggu masyarakat, atau memaksa. Menurutnya, HTI hanya menawarkan cara bagaimana menjadi hidup lebih baik.
"Kami menawarkan konsep bagaimana hidup yang sesuai ajaran Allah. Kalau tidak diterima kami tidak pernah memaksa," jelasnya.
Sebaliknya, kata Saifudin, justru HTI yang sering dibenturkan dengan keyakinan lain. Misalnya, dianggap anti-Pancasila. Padahal, HTI tidak ada yang bertentangan dengan HTI.
"Kami sering dibenturkan hanya untuk kepentingan-kepentingan saja. Selama 24 tahun lebih berdakwah di Indonesia kami tidak pernah membuat kerusakan dan mengganggu ketertiban masyarakat," ungkapnya.
Saifudin mengklaim, pembubaran HTI oleh Menkopolhukam Wiranto pada Senin, 8 Mei 2017 lalu justru semakin memperkuat HTI. Beberapa tokoh di Jawa Timur juga mendukung HTI.
"Beberapa tokoh juga mendukung kami karena kejadian (pembubaran) ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ALB)
