"MURI ingin memberikan anugerah kepada putra-putri yang sudah memecahkan rekor MURI. Kalian adalah pencatat sejarah," kata Senior Manager MURI Yusuf Ngadri di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Malang, Jawa Timur, Minggu 22 Oktober 2017.
Yusuf menjelaskan, sebanarnya ada 1.315 peserta yang terdaftar mewarnai payung. "Namun, yang dianggap sah dicatat sebagai rekor MURI sebanyak 1.27," lanjutnya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Senior Manager MURI Yusuf Ngadri di depan siswa-siswi yang berhasil memecahkan rekor MURI -- MTVN/Ninok
Dari ribuan peserta, dipilih 27 terbaik yang mendapat hadiah bingkisan dari JNE. Payung hasil kreasi mereka pun dipamerkan di Kampung Warna-warni, Jodipan, Malang.
"Senang bisa menjadi bagian pemecahan rekor MURI, dapat hadiah juga," kata Sela Mega Ristian, siswi SD Negeri Wonorejo 1.
Presiden Direktur JNE Muhammad Feriadi mengakui, tidak mudah mengumpulkan ribuan siswa SD pada hari Minggu. Namun, tekad kuat menyelenggarakan acara yang mampu `Mewarnai Indonesia`, sesuai dengan tagline HUT JNE, mampu mengatasi segala halangan.
"Sebagai market leader, kita selalu ingin membuat cerita yang heboh. Maka dari itu, pada hari ini kita berhasil mencapai target dengan tercatat di MURI," ujar pria yang akrab disapa Feri ini.
Menurut Feri, selama 27 tahun berdiri, JNE telah mewarnai Indonesia dan mempengaruhi kehidupan keseharian masyarakatnya. "Apa yang sudah kita lakukan, termasuk hari ini (pemecahan rekor MURI), bisa membedakan JNE dengan yang lain," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(NIN)
