Hingga Kamis (5/2/2015), jumlah penderita DBD yang dirawat di RS Sumenep mencapai 140 pasien. Jumlah itu bertambah sebab dua hari lalu penderitanya yaitu 129 orang.
RS tak dapat menampung lonjakan pasien. Sehingga banyak pasien, sebagian besar anak-anak, dirawat di lorong. Mereka berbaring dengan alas seadanya. Sebab persediaan ranjang pasien habis digunakan.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Meski demikian, pihak RS bertekad memberikan pelayanan maksimal. Stok obat masih cukup. Namun, RS mengalami kendala fasilitas ruang rawat inap dan tenaga medis.
Pihak RS sudah mengajukan hal itu ke pemerintah kabupaten. Tapi belum ada penambahan petugas medis.
Saat ini, satu ruang rawat inap berisi 28 ranjang. Setiap ruang rawat inap ditangani hanya dua perawat. Padahal idealnya, lima perawat menangani satu ruangan.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Sumenep mencatat 409 orang terserang DBD di kabupaten tersebut sepanjang tahun 2015. Empat di antaranya meninggal dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
