Akibatnya, mereka enggan membeli cabai lantaran harganya sangat tinggi. "Saya tidak mengerti mengapa kenaikan harga cabai bisa begitu tinggi, padahal kami sekeluarga kalau makan tidak ada sambal, rasanya kurang nikmat," ujar Sulistiawati, di salah satu pasar Wonokromo Surabaya, Minggu (8/1/2017).
Semula, kata Sulis, dirinya ingin membeli cabai. Namun batal membeli setelah mengetahui lonjakan harga yang begitu tinggi. "Mending beli tomat sambal jadi saja dari pada beli cabai," katanya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Sementara itu, Darman, salah satu pedagang cabai di Pasar Wonokromo, mengaku harga cabai naik hingga 300 persen. Padahal, kata dia, harga cabai rawit biasanya hanya Rp30 ribu per kg. Kini harga cabai rawit naik menjadi Rp100 per kg.
"Bahkan, cabai rawit dengan kualitas tidak begitu bagus kami jual Rp70 ribu per kg. Untuk cabai besar dijual Rp25 ribu per kilogram," katanya.
Akibatnya, lanjut Darman, banyak masyarakat yang memilih membeli cabai kering dan busuk. "Sudah tiga Minggu ini saya jual cabai campuran. Ada yang bagus, ada cabai busuk dan kering. Nanti saya jual dan dicampur dengan cabai yang masih bagus," katanya.
Menurutnya, tingginya harga cabai ini membuat dirinya merugi, lantaran cabai yang ia jual tidak laku, sehingga membusuk. Sehingga untuk menutup kerugian, kata dia, solusinya adalah mencapur cabai lama dengan cabai stok baru.
"Ternyata cabai campuran justru diminati para pembeli. Sebab harga cabai kering dan busuk itu, harganya lebih murah dengan kisaran Rp60 hingga Rp70 ribu per kg," jelasnya.
Dia berharap pemerintah menstabilkan harga cabai rawit. Sebab, para pedagang kesusahan mendapat stok dan sulit menjualnya. Selain itu, kenaikan harga cabai rawit ini juga diikuti naiknya harga sayur.
"Kubis misalnya, di harga normal biasanya hanya Rp5 ribu per kg naik menjadi Rp18 ribu per kg. Kemudian kentang yang dihargai normal Rp10 ribu naik menjadi Rp14 ribu. Sayur juga ikut naik semua, saya berharap pemerintah memberikan solusi," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
