Trem melintasi sebuah kota, Ant
Trem melintasi sebuah kota, Ant (Amaluddin)

Penarik Becak Pertanyakan Nasib bila Trem Beroperasi di Surabaya

transportasi
Amaluddin • 22 Februari 2017 18:55
medcom.id, Surabaya: Trem bakal menjadi transportasi massal di Surabaya, Jawa Timur. Lalu bagaimana nasib penyedia jasa transportasi tradisional di Surabaya?
 
Berulang kali, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma menyebut bakal membangun moda transportasi trem di Kota Pahlawan. Namun tarik ulur rencana itu terjadi. Sebab pemerintah kota dan pusat masih membahas pembangunan transportasi tersebut.
 
Jono, tukang becak yang biasa mangkal di Jalan Pesapen mengaku sudah tahu soal wacana tersebut. Lokasi ia biasa mangkal bakal menjadi jalur yang dilintasi trem.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat mendengar rencana itu, Jono berpikir ia bakal tergusur. Penghasilannya bakal berkurang. 
 
"Saya bingung bagaimana mencari penumpang," kata Jono kepada Metrotvnews.com, Rabu 22 Februari 2017.
 
Jono mengaku tak tahu banyak soal trem. Ia hanya mendengar rencana tersebut dari teman-temannya.
 
Penarik Becak Pertanyakan Nasib bila Trem Beroperasi di Surabaya
(Lumba-lumba dan buaya menjadi ikon Kota Surabaya, MTVN - Amaluddin)
 
"Katanya sih seperti bus. Ada fasilitas AC-nya. Katanya kendaraannya cepat dan langsung mengantar penumpang ke tujuan,"kata pria berusia 52 tahun itu.
 
Sebenarnya, Jono tak masalah dengan pengadaan moda transportasi baru di Kota Surabaya. Namun ia juga tak bisa mengelak bila transportasi itu bakal berimbas pada penghasilannya.
 
Jono mengaku sudah bertahun-tahun menjadi penarik becak. Ia biasa mangkal di dekat Pasar Pagi Tugu Pahlawan. 
 
Sehari-hari, ia mengangkut penumpang dari kalangan ibu dan anak sekolah. Dalam sehari, ia mendapat penghasilan tak lebih dari Rp50 ribu.
 
Jono mengaku menggunakan uang itu untuk kebutuhan sehari-hari bersama istri dan tiga anaknya. Ia juga menyisihkan uang untuk pendidikan ketiga anaknya.
 
Penarik Becak Pertanyakan Nasib bila Trem Beroperasi di Surabaya
(Seorang penarik becak di Surabaya menunggu penumpang, MTVN - Amaluddin)
 
"Makanya saya bingung. Kalau penumpang memakai trem, bagaimana saya bisa mendapatkan penghasilan," ujar Jono.
 
Kebingungan pun dirasakan Sumadi, rekan Jono sesama penarik becak. Sumadi berpendapat keberadaan penarik becak bakal tergerus di Surabaya.
 
Sumadi berharap Pemkot Surabaya memerhatikan tukang becak. Paling tidak, lanjutnya, Pemkot memfasilitasi tukang becak untuk mendapatkan nafkah.
 
"Bagaimanapun saya menafkahi keluarga dari sebagai tukang becak. Jangan sampai kemudian kami terlantar begitu saja," tandasnya.
 
Beberapa waktu lalu, Risma mewacanakan pengoperasian trem di Surabaya. Tak tanggung-tanggung, Risma merencanakan pembangunan jalur sepanjang 17 Km untuk trem.
 
Nantinya, Pemkot akan membangun jalur trem membentang melalui dari Surabaya Selatan hingga utara, yakni dari Stasiun Wonokromo menuju Jalan Indrapura. 
 
Baca: Rencana Risma Bangun Trem Terancam Mangkrak
 
Tapi, Pemkot tak memiliki dana Rp2,4 triliun untuk proyek tersebut. Pemkot Surabaya pun membahas proyek tersebut pemerintah provinsi dan pusat.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif