Ilustrasi --MI--
Ilustrasi --MI-- (Amaluddin)

BBPOM Duga Cabai Impor Tiongkok Mengandung Formalin

cabai
Amaluddin • 23 Februari 2017 18:33
medcom.id, Surabaya: Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya untuk wilayah Jawa Timur menduga cabai impor dari Tiongkok dan India yang beredar di Jatim mengandung pengawet dan formalin. Karena itu, BBPOM akan melakukan uji cepat terhadap temuan cabai impor dari dua negara tersebut.
 
"Kami menengarai cabai impor tersebut belum aman dikonsumsi. Maka itu harus diuji apakah aman dan layak dikonsumsi atau tidak," kata Plt Kepala BBPOM di Surabaya untuk wilayah Jatim, Retno Kurpaningsih, Kamis, 23 Februari 2017. 
 
Retno menduga, cabai berformalin lantaran warna cabai cendrung ke merah-merahan. Biasanya, itu disebabkan karena ada pewarna jenis rodamin. Selain itu, fisik cabai impor tampak bagus, bisa disebabkan karena mengandung pengawet dan formalin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Maka itu perlu uji laboratorium untuk mengetahui dua hal itu, kandungan pewarna dan kandungan pengawet yang ada di cabai tersebut," ujar Retno.
 
Menurut Retno, cabai tersebut berbahaya untuk dikonsumsi jika mengandung pengawet dan formalin. "Jika mengandung satu saja unsur apakah rodamin atau formalin, maka kami akan langsung merekomendasikan ke Disperindag untuk mengambil langkah tegas," kata Retno.
 
Uji lab cabai tersebut dipastikan akan rampung, Jumat, 24 Februari. ‎"Hari ini kami masih menunggu sampel dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperaindag) Jatim, mungkin sore ini kita lakukan uji dan besok hasilnya sudah keluar," kata Retno.
 
Sementara itu, Kepala Disprindag Jatim, Moch Ardi Prasetiawan, menambahkan bahwa ‎pihaknya saat ini masih terus melakukan investigasi. Info yang dihimpun, cabai impor itu beredar di sejumlah daerah. Seperti Surabaya, Sidoarjo, Blitar, dan Tulungagung
 
"Hasil pemeriksaan awal, cabai ditemukan di Sidoarjo, Blitar, dan Tulungagung. Cabai impor ini dipasok sekitar 4-5 ton per Minggu," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif