Peneliti ITS Djaja Laksana memeragakan pompa Bernoulli untuk mengatasi semburan lumpur Lapindo, MTVN - Hadi
Peneliti ITS Djaja Laksana memeragakan pompa Bernoulli untuk mengatasi semburan lumpur Lapindo, MTVN - Hadi (Syaikhul Hadi)

Peneliti ITS: Bisa-bisa Lumpur Lapindo Berhenti Menyembur 25 Tahun Lagi

Syaikhul Hadi • 29 Mei 2017 18:26
medcom.id, Sidoarjo: Peneliti asal Institut Teknologi Surabaya (ITS), Djaja Laksana, mengusulkan bendungan Bernoulli untuk mengatasi semburan lumpur Lapindo. Pasalnya, sudah 11 tahun sejak insiden luapan lumpur panas hingga kini tak kunjung tuntas. 
 
Hal itu disampaikan Djaja Laksana, usai menerima surat panggilan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk mengikuti nominasi. "Nah, rencananya bendungan Bernoulli juga akan saya masukkan dalam nominasi itu," kata Djaja saat ditemui di kantornya di Gedangan, Sidoarjo, Senin, 29 Mei 2017. 
 
Lebih lanjut, dia menjelaskan tepat 11 tahun persoalan lumpur belum juga selesai. Jika dihitung, lanjutnya,  ada jutaan kubik lumpur yang keluar dari semburan lumpur Sidoarjo. Hal ini akan sulit teratasi jika semburan lumpur terus diabaikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bisa-bisa membutuhkan waktu 25 tahun ke depan semburan itu baru berhenti. Hampir ada sekitar 50-60 meter kubik per hari semburan yang keluar," jelasnya. 
 
Pihaknya mengkhawatirkan terjadinya subsidence (penurunan permukaan tanah) jika hal ini terus dibiarkan. Saat ini Subsidence mulai mengalami penurunan 1 hingga 1,5 meter pertahunnya. Penurunan itu masih dianggap wajar dan tak membahayakan. Namun, yang lebih membahayakan jika subsidence justru semakin naik.
 
"Bisa jadi amblas (jatuh). Makanya, ini harus di stop. Sebelum hal itu terjadi. Karena menurut pakar, lumpur itu akan terus menyembur selama 25 hingga 30 tahun. Dan ini mumpung masih ada waktu untuk menghentikan semburan," katanya lagi. 
 
Saat ditanya seputar bendungan teori Bernoulli. Menurutnya, 
teori ini bisa diterapkan untuk menentukan total head, yakni ketinggian maksimum dari cairan. Dan pertama kali yang harus dibuat  adalah dinding pipa yang terbuat dari besi. 
 
"Jika dinding tadi sudah terbentuk, maka lumpur itu sudah mencapai total head. Nah, kita hitung dulu total head nya. Misal 30 an meter persegi. Maka kita bikin yang lebih tinggi dari head," jelasnya. 
 
Setiap pompa jika dibuat seperti Bernoulli maka bendungan akan berjalan hingga head. Jika itu mencapai total keseimbangan, maka semburan lumpur yang sudah keluar di permukaan bisa dimasukkan kembali ke perut bumi. 
 
"Jadi, langkah ini bisa mengembalikan kondisi seperti sediakala. Seolah-olah tidak ada lumpur. Baru setelah itu, saluran ditutup dengan semen agar tidak menyembur kembali," tandasnya
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(RRN)
TERKAIT
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif