"Saya harap semuanya harus berjalan sesuai aturan, peserta memang banyak, semua harus registrasi, jadwal-jadwal sudah ditetapkan. Itu molor karena situasi itu," ujarnya di lokasi Muktamar NU, alun-alun Jombang, Jawa Timur, Minggu (2/8/2015).
Kiai Ishom, begitu dia biasa dipanggil, membantah perihal pemberitaan media yang menyebut Muktamar NU kali ini kacau, seperti saat registrasi peserta di GOR Merdeka, Sabtu, 1 Juli. Menurutnya Muktamar adalah forumnya para kiai yang harus dihormati.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Tidak ada kekacauan, tapi ada beberapa orang barangkali kurang sabar menunggu proses. Peserta hanya perlu sabar, jadi sebagian marah karena tidak sabar," terangnya.
Kiai Ishom menambahkan, seluruh muktamirin terlayani dengan baik selama penyelenggaraan muktamar ini. Dia juga menampik bahwa muktamar kali ini tak sebaik muktamar ke-32 di Makassar lima tahun lalu.
"Pokoknya siapa pun terlayani dengan baik, tidak boleh ada yang buat kekacauan di sini. Ini organisasi ulama, jadi sopan santun harus diterapkan, harus tunduk pada kiai," imbuhnya.
Tekait proses regestrasi yang hingga kini belum usai, Kiai Ishom menyebut kondisinya sudah stabil dan berangsur membaik. Tak hanya itu, dia pun siap menegur hingga memberi sanksi kepada panitia yang terbukti menyalahi aturan.
"Sekarang tidak banyak lagi yang harus dilayani, saya tidak tahu kalau soal dorong-dorong ya, jadi kalau panitia tidak santun saya tegur dan dia harus minta maaf. Saya sebagai perwakilan dari panitia saya yang minta maaf," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
