"Tempat itu sudah pernah ditertibkan oleh Satpol PP tapi beroperasi kembali," ujar Wakil Bupati Sampang, Fadhilah Budiono, di Sampang, Rabu (9/9/2015).
Fadhilah melanjutkan, bila tempat mesum tersebut tetap beroperasi, pihaknya akan menyerahkan kepada masyarakat untuk mengambil tindakan. "Kalau kondisinya seperti itu sikat saja. Satpol PP sudah bertindak, tapi masih tetap beroperasi, kita serahkan saja kepada masyarakat mau diapakan saja boleh," tegasnya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Awalnya, tempat prostitusi yang berada di sekitar perbatasan Sampang dengan Pamekasan ini, hanya menyediakan dua kamar. Namun kini bertambah pesat hingga berdiri tujuh kamar di sana. Santer terdengar kabar, keberadaan tempat prostitusi tersebut diduga imbas dari ditutupnya lokalisasi dolly, di Surabaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
