Pemilik sapaan Pakde Karwo ini juga menyebut kalau tingkat penyerapan anggaran Pemprov Jatim lebih tinggi dibanding serapan anggaran Pemprov DKI Jakarta yang hanya 19,4 persen.
"Nah, kita di atasnya itu. Kita sudah melebihi target seperti dorongan Presiden, 40-45 persen," kata Pakde Karwo, di Surabaya, Jumat (28/8/2015).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Namun, dia tidak merinci dari total anggaran Rp23 triliun itu dialokasikan untuk apa saja. Pakde hanya mengatakan penyerapan anggaran di Jatim sudah melebihi target.
"Bahkan di sejumlah daerah-daerah kota/kabupaten di Jatim penyerapannya juga bagus, rata-rata penyerapan anggarannya 46 persen," katanya.
Pakde Karwo mengaku sudah mendesak seluruh kepala daerah di wilayahnya untuk segera mempercepat proses penyerapan anggaran, guna membantu rupiah kembali naik. "Sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong, kita sudah lebih dulu mendesak kepala daerah," katanya.
Namun, kata Pakde, masalah mendasar lambannya penyerapan anggaran negara karena perangkat peraturan pendukung dari anggaran selalu terlambat disahkan.
"Misalnya anggaran untuk pendidikan, APBN sudah digedok tapi aturan teknisnya baru keluar bulan lima, sehingga danapun juga baru bisa keluar bulan lima," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
