Festival kuliner digelar untuk meramaikan acara persiapan pertemuan ketiga menuju Konferensi Habitat III atau The Third Session of the Preparatory Committee (Prepcom 3) for Habitat III. Festival menjadi ajang untuk memperkenalkan jajanan khas pada warga lokal maupun tamu acara Prepcom 3 yang datang dari luar negeri.
Pengunjung dapat menemukan jajanan tradisional. Misalnya bubur madura, dawet blauran, hingga ote-ote. Jajanan itu dijual di tenda yang didirikan pegiat usaha kecil dan menengah.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Lumayan laku banyak. Tapi, yang lebih untung makanan di sini nanti akan dilihat perwakilan dari seluruh dunia," kata Sulastri, penjual ote-ote di Festival Kuliner, di Jalan Tunjungan, Surabaya, Selasa (26/7/2016).
Ote-ote merupakan gorengan khas masyarakat Jawa Timur. Bentuknya seperti bakwan atau bala-bala. Yang berbeda, ote-ote menggunakan udang disisipkan pada adonan wortel, tauge, dan daun seledri.
Terkait harga makanan yang dijual, Sulastri mengaku masih terjangkau. Ia menjual barang dagangannya dengan harga mulai dari Rp5 ribu hingga Rp15 ribu.
"Yang penting bukan harganya. Tapi rasakan dulu rasa dan suasananya," kata ibu tiga anak itu sambil tertawa.
Hingga saat ini ratusan warga masih berduyun-duyun mendatangi festival bersama keluarganya. Keindahan lampu lampion semakin menghias keindahan Kota Surabaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
