Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Yoko Priyono mengatakan tim melibatkan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Pengawas Sekolah. Mereka bertugas mulai hari ini.
"Hari ini, mereka sudah terjun ke lapangan untuk menyelidiki keberadaan buku itu," kata Yoko ditemui di ruang kerjanya di Mojokerto, Jumat (12/8/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

(Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Yoko Priyono, MTVN - Nurul Hidayat)
Yoko mengatakan pengadaan buku merupakan wewenang sekolah. Namun sekolah harus menyeleksi buku sebelum mengedarkannya ke siswa.
"Nah kenapa buku itu sampai ke tangan siswa, nanti tim yang menginvestigasnya," lanjut Yoko.
Kemarin siswa SMK Islam Wali Songo Mojokerto geger dengan dua buku LKS yang mereka terima. Buku yang dicetak dan diterbitkan Percetakan Aviva itu menampakkan gambar yang tak pantas.
Salah satu buku menampilkan gambar seorang anak laku-laki mengibarkan bendera Merah Putih. Anak tersebut hanya mengenakan celana dalam.
Satu buku lain menampakkan gambar lambang negara Garuda Indonesia dengan sayap yang patah. Cakar Garuda mencengkeram Merah Putih yang tampak kusut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
