Warga Dusun Mulyosari RT 22/RW 08, Desa Mulyosari, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, itu ditemukan tewas oleh majikannya di kamar mandi dalam keadaan telanjang sambil memegang shower.
"Kami mendesak pemerintah segera memulangkan jenazah istri saya. Ini sudah 20 hari jenazahnya berada di luar negeri," kata Indra Teguh Wiyono, suami korban, di Malang, Selasa (16/2/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Ia menyesalkan belum ada upaya nyata dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) di daerah, PT Surabaya Yudha Citra Perdana, BNP2TKI, dan Kemenlu.
"Sampai sekarang belum ada kejelasan kapan jenazah dipulangkan. Padahal, istri saya bekerja sebagai TKW lewat jalur resmi," kata dia ditemani pengacara dari Aan Safaat Permadi dan Partners.
Kuasa Hukum keluarga Eka Suryani, Bakti Riza Hidayat, menyebut sampai sekarang keluarga belum mendapat kejelasan mengenai kematian Eka Suryani. Keluarga meminta penyebab kematian Eka diusut tuntas.
"Mewakili keluarga, kami memohon Kemenlu, BNP2TKI, dan KJRI di Tiongkok membantu keluarga mewujudkan keadilan dan menemukan fakta-fakta yang terjadi serta mengambil langkah hukum yang diperlukan," kata dia.
Eka Suryani berangkat ke Hongkong pada 24 Januari 2015. Ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga melalui PT Surabaya Yudha Citra Perdana. Eka dikabarkan meninggal pada 23 Januari 2016 di dalam kamar mandi dalam keadaan telanjang sambil memegang shower. Kabar meninggalnya Eka diperkuat lewat surat Kementerian Luar Negeri Nomor 02581/WN/01/2016/65 tanggal 25 Januari 2016.
Eka meninggal saat majikannya Tai Yuk Mui mengajak mudik hari raya Tiongkok di daerah Fujian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
