"Hingga pagi ini 23 Oktober, masih ada 30 pendaki yang diisolasi di Ranu Kumbolo. Namun puluhan pendaki itu akan turun dengan didampingi secara ketat oleh petugas menuju ke jalur Ayek-ayek untuk menghindari kobaran api," kata Kepala Balai Besar TNBTS, Ayu Dewi Utari, saat dihubungi Antara di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (23/10/2015).
Kebakaran hutan di gunung setinggi 3.676 meter dari permukaan laut itu terjadi di Blok Watu Rejeng sejak Rabu 21 Oktober 2015. Setidaknya lahan seluas 10 hektare terbakar dan mengarah ke jalur pendakian. Kebakaran itu juga mengakibatkan longsor dan membahayakan pendaki.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Luas lahan hutan yang terbakar di Watu Rejeng sebanyak 10 hektare dan hutan yang berada di bawahnya terbakar seluas 15 hektare. Sehingga total kebakaran hutan diprediksi mencapai 25 hektare," tutur dia.
Balai Besar TNBTS mencatat, ada 150 hingga 200 pendaki yang berada di jalur pendakian Semeru saat kebakaran terjadi. Namun, petugas TNBTS bersama masyarakat peduli api (MPA) dan relawan berhasil mengevakuasi pendaki secara bertahap melalui jalur Ayek-ayek.
Petugas membuat jalur evakuasi khusus bagi pendaki untuk melalui jalur Ayek-ayek karena jalur itu merupakan jalur alternatif pendakian yang ekstrem dan lebih sering digunakan masyarakat setempat.
"Petugas mengevakuasi para pendaki untuk turun dengan melihat kondisi pendaki yang bersangkutan, sehingga masih ada 30 pendaki yang diisolasi di Ranu Kumbolo dan dipastikan turun pada Jumat ini," kata Ayu.
Balai Besar TNBTS sudah menutup jalur pendakian Gunung Semeru pada 22 Oktober 2015 guna mengantisipasi hal-hal yang membahayakan pendaki. Jalur pendakian Semeru ditutup hingga waktu yang belum ditentukan.
"Dalam upaya evakuasi dan pemadaman kebakaran hutan, pihak TNBTS tidak melibatkan banyak orang karena khawatir membahayakan sukarelawan yang membantu memadamkan api tersebut. Ada sekitar 40 petugas bersama MPA dan sukarelawan yang berusaha memadamkan kobaran api dengan alat seadanya," ujar dia.
Angin kencang dan cuaca yang cukup panas akibat kemarau panjang menyulitkan petugas memadamkan api di Blok Watu Rejeng dan sekitarnya. Selain itu, medan yang terbakar juga cukup sulit dijangkau.
"Ilalang, semak, dan ranting pohon yang kering mudah terbakar akibat percikan api. Mudah-mudahan kebakaran hutan di Gunung Semeru segera bisa dipadamkan," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(TTD)
