Empat remaja di Desa CampurejoKec. Kota Bojonegoro, Jatim, Rabu (8/9/2004) sedang bermain membuat galian pasir di dasar sungai Bengawan Solo yang mengering akibat kemarau. Foto: Antara/Aguk Sudarmojo
Empat remaja di Desa CampurejoKec. Kota Bojonegoro, Jatim, Rabu (8/9/2004) sedang bermain membuat galian pasir di dasar sungai Bengawan Solo yang mengering akibat kemarau. Foto: Antara/Aguk Sudarmojo (Bambang Yulianto)

Kemarau, Debit Sungai Bengawan Solo di Bawah Nol

kekeringan
Bambang Yulianto • 09 Agustus 2015 09:22
medcom.id, Bojonegoro: Kemarau panjang yang berlangsung tahun ini membuat debit air sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur, menyusut drastis. Bahkan volumenya berada di bawah titik nol dari papan tiang pengukur yang ada di tepian sungai.
 
Kondisi tersebut membuat petugas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bojonegoro ekstra berhati-hati mengolahnya menjadi air bersih atau air minum.
 
Pantauan Metro TV, tiang pengukur kedalaman sungai yang berada di lokasi penyeberangan sungai,  komplek Taman Bengawan Solo yang berada di Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Kota, Bojonegoro, tampak terlihat utuh.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejak satu bulan terakhir volume air sungai terpanjang di pulau Jawa ini berada di bawah titik nol. Bahkan pada sebagian titik sungai sudah mengering dan kelihatan dasarnya.
 
Sungai Bengawan Solo merupakan tumpuan PDAM dalam mengambil bahan baku air bersih untuk masyarakat. Kondisi ini membuat petugas PDAM harus berhati-hati saat mengolahnya menjadi air bersih.
 
"Sebab, pada saat debit air mengering banyak limbah kimia dari pabrik yang ikut terhanyut ke dalam aliran sungai," kata petugas PDAM Kabupaten Bojonegoro, Agus Pujiono, Minggu (9/8/2015).
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif