Mayat korban pertama kali ditemukan oleh Amina, 50, tetangga korban yang saat itu hendak mengambil air di sumur tempat diketemukannya mayat korban.
"Dia (Amina) curiga karena airnya bau menyegat. Setelah dilihat ternyata ada mayat korban di dalam sumur sedalam 25 meter," kata Muhalli, 36, tetangga korban.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Kabar penemuan mayat langsung dilaporkan ke perangkat desa setempat. Sampai akhirnya petugas keamanan dan tim SAR BPBD Sampang datang ke lokasi untuk mengevakuasi.
Proses evakuasi memakan waktu lama karena beberapa petugas yang masuk ke dalam sumur tidak tahan dengan bau yang menyengat.
"Kalau dari tanda-tanda di tubuh korban tidak ada bekas penganiyaan," ujar Serda Budiono, anggota Kodim 0828 Sampang, yang turut dalam proses evakuasi.
Setelah berhasil dievakuasi, mayat korban langsung dibawa ke rumah duka. Pihak keluarga berencana langsung memakamkan jenazah korban tanpa harus dilakukan autopsi.
Dari informasi yang beredar di kalangan masyarakat sekitar, sebelum ditemukan tewas di dalam sumur, korban diketahui mengalami depresi. Jenazah korban baru berhasil dievakuasi pada sore hari sekira pukul 16.30 WIB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
