Ahmad Fauzi, warga Pulau Raas, membawa sejumlah kuitansi yang menjadi bukti pungli. Fauzi mengatakan warga sedianya membayar Rp2.000 sebagai tarif tiket sebuah mobil masuk pelabuhan.
Tapi ketika masuk kapal, lanjut Fauzi, oknum meminta kembali uang Rp15 ribu kepada setiap warga untuk membayar satu mobil. Petugas tersebut bahkan menyediakan kuitansi untuk pungutan itu.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Tulisan tangan dicantumkan dalam kuitansi. Fauzi mengaku pungli berlangsung sejak bertahun-tahun.

(Warga Pulau Raas saat berdialog dengan petugas Pelindo 3 Kalianget Sumenep, MTVN - Rahmatullah)
"Tapi tak dijelaskan maksud kuitansi dan uang tambahan itu," kata Fauzi saat bertemu petugas Pelindo III di Pelabuhan Kalianget.
Fauzi mengaku heran. Sebab pungutan itu diterapkan pada penumpang kapal tujuan Pulau Raas. Tapi warga dari pulau lain tak dikenakan pungutan sebesar itu.
Fauzi mengatakan akan melaporkan pungli itu ke DPRD Sumenep dan kepolisian. Ia berharap cara itu dapat menghentikan pungli.
Sementara itu, Manager Pelindo III Kalianget Indra Kurniawan membantah pungli di area pelabuhan. Namun demikian, ia mengatakan akan mengkroscek laporan tersebut.
“Bila nanti terbukti ada pungutan, saya akan menindak tegas dan berjanji akan mengembalikan pungutan itu kepada masyarakat,” ujarnya.
Pelabuhan Kalianget merupakan cabang dari PT Pelindo III yang beroperasi di Sumenep. Pelabuhan rakyat itu merupakan pintu gerbang perekonomian bagi warga di Pulau Madura sebelah timur.
Pelabuhan itu melayani pelayaran dari Sumenep menuju sejumlah pulau kecil. Seperti Pulau Kangean dan Pulau Sapudi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
