Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional VIII Jawa Timur, I Ketut Darmawahana, turun langsung mengecek kondisi jembatan. Ia meninjau kondisi jalan hingga tiang pancang di bagian bawah jembatan.
Ketut memprediksi Jembatan Ploso masih bisa bertahan hingga 20 tahun ke depan. Sebab pada 1986, jembatan tersebut dibangun untuk ketangguhan selama 50 tahun.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

(Kendaraan memasuki Jembatan Ploso Jombang, MTVN - Nurul Hidayat)
"Tapi nanti akan dikaji kembali mengenai kondisi jembatan," ungkap Ketut.
Sementara itu anggota Komisi V DPR RI Sadarestuwati meminta pemerintah membangun Jembatan Ploso Baru. Sebab kondisi Jembatan Ploso yang berlokasi di Desa Rejoagung itu mengkhawatirkan.
Jembatan Ploso memiliki panjang 120 meter. Lebar jembatan 6 meter. Jembatan membentang di atas Sungai Brantas.
Jembatan itu merupakan jalur sibuk dari arah Lamongan dan Tuban. Kendaraan besar yang bermuatan 8 ton kerap melintasi jembatan tersebut.
Namun beberapa waktu terakhir, kata Sadarestuwati, ia menerima bermacam keluhan mengenai Jembatan Ploso. Yaitu jembatan bergoyang yang diduga akibat pergeseran tiang pancang dan retakan.
Lantaran itu, ujar Sadarestuwati, pemerintah perlu membangun jembatan baru. Apalagi, pemerintah provinsi telah menentukan lokasi baru pembangunan jembatan. Jaraknya hanya 500 meter dari Jembatan Ploso.
Sejak 2013, tiang pancang sudah dipasang di lokasi baru. Namun, pembangunannya mengalami kendala yaitu pembebasan lahan.
"Masalah itu harus segera dituntaskan. Sebab Jembatan Ploso Baru sangat menunjang pembangunan ekonomi di utara Sungai Brantas, khususnya Jombang," ungkap anggota dewan dari Daerah Pemilihan Jatim VIII itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
