Aqila menjalani perawatan sejak dua hari lalu. Ia dilarikan ke rumah sakit di Mojokerto setelah orang tua mendapat informasi bahwa trombositnya turun.
Aqila bukan satu-satunya warga Dusun Cepiples, Desa Singogalih, Sidoarjo, Jawa Timur, yang terserang DBD. Tiga warga lain pun mengalami hal serupa dan menjalani perawatan di puskesmas dan rumah sakit terdekat. Adapun tiga korban lain masih berusia anak-anak. yaitu Nur Fadila, 6; M Yusuf, 15; dan Utami, 7.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Warga setempat pun berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memerhatikan serangan DBD. Bila perlu, warga tak keberatan bila harus mengeluarkan uang untuk pengasapan atau fogging secara merata.
"Apa harus menunggu korban jiwa baru ditangani, kan mencegah lebih baik daripada mengobati," ujar Alik Inayah, ibu Aqila.
Alik pun berharap Dinas Kesehatan Sidoarjo mensosialisasikan cara pencegahan dan pengananan serangan DBD sebelum ada korban.
"Bila tidak ada penularan kami sebagai masyarakat harus bagaimana melakukannya, jangan sampai ada korban jiwa," kata perempuan berusiaa 23 tahun itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
