Foto: Ketua Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum, Peterongan, Jombang, KH Kholil Dahlan/MTVN_Nurul Hidayat
Foto: Ketua Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum, Peterongan, Jombang, KH Kholil Dahlan/MTVN_Nurul Hidayat (Nurul Hidayat)

Perwakilan Rais Aam dalam Sistem Pemilihan AHWA Belum Dipastikan

muktamar nahdlatul ulama
Nurul Hidayat • 26 Juli 2015 14:18
medcom.id, Jombang: Jumlah perwakilan pemilihan Rais Aam Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) dalam mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) atau musyawarah mufakat pada Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, masih simpang siur. Ada yang menyebut perwakilan dalam mekanisme AHWA adalah 9 orang, ada juga yang menyebut 11 orang.
 
Ketua Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum, Peterongan, Jombang, KH Kholil Dahlan mengatakan pemilihan Rais Aam dalam mekanisme AHWA sudah pasti digunakan dalam Muktamar ke-33 NU. Namun jumlah perwakilan belum bisa diputuskan.
 
"Jika 11 orang itu filosofinya dari jumlah saudara Nabi Yusuf. Namun kemungkinan besar para muktamirin akan memilih 9 orang yang akan mewakili dalam sistem AHWA ini karena mengacu pada jumlah Wali Songo dan jumlah bintang dalam logo NU yakni 9," kata KH Kholil Dahlan di Jombang, Jawa Timur, Minggu (26/7/2015).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pria yang juga menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jombang itu mengatakan bisa saja Rais Aam lahir dari 9 orang perwakilan maupun dari luar perwakilan. Sebab 9 orang yang akan dipilih itu adalah orang pilihan.
 
"Tim yang berjumlah 9 orang tersebut bebas memilih siapa yang nantinya akan menjadi Rais am NU. Karena 9 orang tersebut adalah orang yang memiliki karismatik tinggi dan bersih secara lahir dan batin yang mengutamakan kepentingan umat," pungkasnya.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(TTD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif