Seorang anak mengambil air dari dasar sumur yang mengering di Kampung Kubang Jaya, Petir, Serang, Banten. (Foto: ANTARA/Asep Fathulrahman)
Seorang anak mengambil air dari dasar sumur yang mengering di Kampung Kubang Jaya, Petir, Serang, Banten. (Foto: ANTARA/Asep Fathulrahman) (Rahmatullah)

Dana Desa Bisa Digunakan untuk Penanggulangan Kekeringan

musim kemarau
Rahmatullah • 08 Juli 2019 17:53
Sumenep: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Jawa Timur, mendorong desa-desa terdampak kekeringan untuk berkreasi menanggulangi bencana tersebut. Salah satunya yaitu dengan menggunakan Dana Desa (DD) sehingga kekeringan bisa diatasi.
 
Kepala BPBD Sumenep, Abd Rahman Riadi mengatakan dalam Permendes disebutkan DD bisa digunakan untuk penanggulangan bencana di tingkat desa, termasuk bencana kekeringan. Dengan anggaran tersebut, pemerintah di desa bisa melakukan pengeboran, beli tandon dan pipa, juga kegiatan lainnya yang berkaitan. 
 
"Nanti kan akses warga ke air bersih makin dekat," kata Rahman saat dikonfirmasi, Senin, 8 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep itu menyebut perlu sinergi banyak instansi untuk mengatasi kekeringan jangka panjang, bukan hanya tanggung jawab BPBD, termasuk di antaranya adalah pemerintah di tingkat desa.
 
Rahman menegaskan bakal mendistribusikan air bersih bila sudah ada permintaan dari warga, itu pun melalui verifikasi terlebih dahulu. Setelah ada permintaan, nanti akan ada petugas yang mendatangi desa bersangkutan untuk mengecek langsung berapa sebenarnya kebutuhan air bersih yang diajukan warga. 
 
Sesuai data dari BPBD, tahun lalu terdapat 27 desa yang dilanda kekeringan yang tersebar di 10 kecamatan. Sebanyak 10 desa masuk kering kritis dan 17 desa lainnya kering langka. Angka kekeringan tersebut lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 37 desa.
 
Dikatakan kering kritis bila masyarakatharus menempuh jarak di atas 3 kilometer (KM) untuk mendapatkan air bersih. Sedangkan kering langka yaitu masyarakat harus menempuh jarak 0,5 hingga kurang dari 3 KM untuk mencari air bersih.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif