Sejumlah pekerja menata gula hasil penyerapan di Gudang Bulog Divre Jatim, Burudan, Sidoarjo, Jawa Timur--Antara--
Sejumlah pekerja menata gula hasil penyerapan di Gudang Bulog Divre Jatim, Burudan, Sidoarjo, Jawa Timur--Antara-- (Amaluddin)

Jatim Prediksi Dua Komoditi Ini Naik Saat Ramadan dan Lebaran

kebutuhan pokok
Amaluddin • 05 Mei 2017 16:44
medcom.id, Surabaya: Pemerintah Jawa Timur memprediksi harga sejumlah bahan pokok seperti gula dan daging ayam naik selama Ramadan dan Lebaran 2017. Harga gula saat ini Rp12.412 diprediksi naik 7 persen atau menjadi Rp13.280 per kg, dan harga daging ayam saat ini Rp27.340 diprediksi naik 17 persen atau Rp31.987 per kg.
 
"Kami prediksi semua bahan pokok naik, naiknya sedikit-sedikit. Tapi harga gula dan daging ayam presentasinya lebih tinggi dibanding yang lain," kata Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf, di Surabaya, Jumat 5 Mei 2017.
 
Meski demikian, lanjut Gus Ipul, demikian ia disapa, kenaikan harga gula tidak akan separah tahun 2016 lalu, karena stok gula di Jatim aman. Pada April 2017 saja stok gula di Jatim mencapai 200.773, sedangkan konsumsi hanya 50 ribu ton. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sehingga ada surplus 150.773 ton. Begitu juga dengan stok daging ayam juga aman, karena Jatim tetap surplus mencapai 48.803 ton pada Juni 2017 nanti," jelasnya.
 
Lain halnya dengan harga minyak goreng. Gus Ipul memprediksi harganya bakal turun 5,5 persen. Harga minyak goreng pada 2 Mei sebesar Rp11.641 menjadi Rp11.000 saat Ramadan dan Lebaran tahun ini. "Stok minyak goreng pada April mencapai 70 ribu ton dan pemakaian hanya 45 ribu ton, sehingga surplus 25 ribu ton. Jadi stok minyak goreng aman," katanya.
 
Gus Ipul optimis kenaikan harga bahan pokok di Jatim tidak lebih dari 10 persen dari harga sebelumnya. Pemprov, ujar Gus Ipul, telah menyiapkan strategi agar kebutuhan pokok tetap stabil dan tidak mengalami lonjakan drastis saat Ramdahan dan lebaran nanti.
 
Di antaranya, akan memaksimalkan 3.817 gerai pangan permanen dan 175 gerai pangan yang tersebar di seluruh daerah di Jatim. Selanjutnya juga ada gerai pangan permanen seperti Kios Pangan Operasi Pasar Jatim sebanyak 78 gerai, Toko Tani Indonesia sebanyak 214 gerai, E-Warung 190 gerai dan Rumah Pangan Kita 3.335 gerai. Sedangkan Operasi Pasar Mandiri 97 gerai dan operasi pasar bantuan ongkos angkut 78 gerai.
 
Untuk mengendalikan harga, pemprov punya alarm untuk mendeteksi kenaikan harga kebutuhan pokok. Namanya Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Barang Pokok atau Siskaperbapo. 
 
"Sistem infromasi itu bisa di download di Playstore Android. Siskaperbapo ini mencakup harga konsumen di 116 pasar dam harga produsen di 17 lokasi di Jatim selama 24 jam dan tujuh hari, dan seluruh harga sembako akan update per menit," ujarnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif