Warga menerobos banjir luapan Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat 2 Desember 2016. Antara Foto/Aguk Sudarmojo/ama/16.
Warga menerobos banjir luapan Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat 2 Desember 2016. Antara Foto/Aguk Sudarmojo/ama/16. ()

Bojonegoro Siaga Banjir

ancaman banjir
03 Februari 2017 11:04
medcom.id, Bojonegoro: Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur, siaga I menghadapi banjir akibat luapan Bengawan Solo. Pukul 06.00 WIB, ketinggian air mencapai 13,65 meter.
 
"Bojonegoro masuk siaga I dengan ketinggian 13,03 meter sejak pukul 24.00 WIB," kata petugas Posko UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Budi Hendro, Jumat 3 Februari 2017.
 
Kenaikan air Bengawan Solo di daerah Bojonegoro cukup cepat diduga karena banjir di daerah hulu, Ngawi dan Jurug, Solo, Jawa Tengah. Meski ketinggian air naik, pemantauan setiap tiga jam karena status masih siaga I.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pemantauan ketinggian air akan dilakukan satu jam sekali kalau masuk siaga II (14,00 meter)," jelas dia.
 
Dalam waktu bersamaan ketinggian air di hilir, mulai Babat, Laren, Karanggeneng, dan Kuro, di Lamongan, juga siaga I, masing-masing 7,20 meter, 4,96 meter, 3,83 meter dan 1,75 meter.
 
Di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, sekitar 70 kilometer ke arah hulu dari Kota Bojonegoro, air masih naik, tetapi di bawah siaga, pukul 06.00 WIB.
 
"Ketinggian air Bengawan Solo di Karangnongko naik 16 sentimeter dibandingkan tiga jam sebelumnya," kata petugas Posko UPT Bengawan Solo lainnya Suyono. Namun, ketinggian air Bengawan Solo di Ndungus, Ngawi, turun dari 8,00 meter menjadi 7,90 meter.
 
Kepala Seksi Logistik dan Prasarana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro MZ Budi Mulyono, memperkirakan air Sungai Bengawan Solo di daerahnya masih akan terus naik karena di daerah hulu terjadi banjir.
 
Apalagi, hasil pemantauaan BMKG Juanda Surabaya, hari ini di berbagai daerah, seperti Magetan, Madiun, Ngawi, juga lokal, terjadi hujan. Oleh karena itu, pihaknya mulai menyediakan berbagai kebutuhan, antara lain, sarana evakuasi, tenda pengungsian, serta sembako dalam menghadapi banjir Bengawan Solo.
 
"BPBD memiliki stok beras enam ton untuk kebutuhan dapur umum dan dapur komunitas. Kalau memang kurang akan memanfaatkan stok beras cadangan yang di bulog sekitar 100 ton," ucapnya.
 
BPBD sudah menginstruksikan kepada camat yang daerahnya dilalui Sungai Bengawan Solo untuk menginformasikan kepada masyarakat soal kenaikan air Sungai Bengawan Solo yang cukup signifikan.
Camat agar menyiapkan dapur komunitas untuk melayani para pengungsi. (Antara)
 

(TRK)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif