Bertindak selaku inspektur upacara yakni Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf. Kegiatan dibuka dengan Marching band kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 dan Ikrar Guru Ma'arif Nahdlatul Ulama.
"Jujur saya katakan bahwa Guru Ma'arif merupakan salah satu kekuatan yang kuat di Jawa Timur. Untuk itu, komitmen dan kesetian guru yang ada di Jawa Timur diperlukan guna mengawal Muktamar ke-33 NU mendatang," kata Saifullah Yusuf dalam pidato singkatnya di Alun-Alun Kabupaten Jombang, Kamis pagi.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini mengatakan sejak Muktamar NU digelar, Jawa Timur sudah berkesempatan menjadi tuan rumah sebanyak 11 kali."Beruntung kita hidup di Jawa Timur, karena di sinilah tempat pendiri Nahdlatul Ulama lahir dan khususnya di Jombang. Ini kesempatan bagi kita untuk menyukseskan agenda terbesar Kaum Nahdliyin," imbuh dia.
Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama pada awal Agustus mendatang akan dipusatkan di Alun-Alun Kabupaten Jombang. Di sana akan digelar sidang pleno NU, pembukaan, dan penutupan Muktamar ke-33 NU. Sementara, Sidang Komisi NU dan tempat menginap peserta muktamar di empat pondok pesantren di Kabupaten Jombang. Di antaranya Pondok Pesantren Tebuireng, Bahrul Ulum (Tambak beras), Mambaul Ma'arif (Denayar), dan Darul Ulum (Peterongan).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(TTD)
