'Seminar Jurnalistik dan Produksi Kreatif'. Demikian tema seminar yang menghadirkan beberapa pembicara. Salah satu pembicara berasal dari Metro TV, Andini Effendi. Pembicara lain berasal dari TV One, Trans TV, dan MNC TV.
Andini pun berbagi cerita soal pengalaman meliput konflik di Timur Tengah. Menurutnya, pengalaman itu menantang namun tak menjatuhkan semangatnya menyajikan hasil peliputan.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Bagi kami, meliput konflik di luar negeri adalah momen yang kami tunggu. Kami ingin selalu berangkat meliputnya," kata Andini.
Ancaman dan rasa takut memang selalu datang saat meliput. Misalnya bunyi tembakan dan dentuman bom.
"Tapi, semua tantangan itu akan kalah semua jika kita ditanya oleh pimpinan di kantor, mana berita liputannya," kata Andini yang disambut tepuk tangan mahasiswa.
Sementara itu, perwakilan dari TV One, Bayu banyak berbicara mengenai cara produksi di dalam kantor. Menurut dia yang paling penting dalam jurnalistik televisi adalah gambar.
"Hasil peliputan di lapangan, kami olah di kantor terus kami sajikan kepada pemirsa. Yang paling penting adalah kualitas gambar," ujarnya.
ATVSI Peduli digelar di Kota Surabaya selama dua hari. Sebalumnya pada Rabu 20 April 2016 ATVSI menggelar acara peduli di SD Al Azhar Kelapa Gading, Surabaya.
Hari ini ATVSI kembali melanjutkan acaranya di Auditorium Kampus C Unair, Surabaya yang diikuti ratusan mahasiswa, personil TNI, hadir juga Wagub Jatim Saifullah Yusuf.
Acara ATVSI Peduli ini diikuti sepuluh televisi swasta nasional yakni, Metro TV, TV One, MNC TV, Trans TV, Trans 7, Global TV, RCTI, Indosiar, SCTV dan ANTV.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
