Kepala Pusat Penelitian Lingkungan, Permukiman, dan Infrastruktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian masyarakat (LPPM) dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Agus Slamet, mengatakan Surabaya belum memiliki pengelolaan air yang utuh. Bahkan, penyediaan jamban pun belum layak.
"Kami memiliki data, 16 ribu kepala keluarga belum memiliki jamban yang sesuai semestinya. Saluran buangnya masuk ke drainase," ungkap Agus dalam rilis yang diterima Metrotvnews.com, Rabu (13/4/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Masalah lain yaitu limbah domestik mencemari saluran sanitasi. Jarak drainase cukup dekat dengan jamban. Pemukimannya pun kumuh.
Rektor ITS Prof Joni Hermana mengakui sanitasi menjadi masalah di Surabaya. Surabaya belum memiliki sarana sanitasi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal di pemukiman padat.
"Misalnya di daerah Kejawan Keputih dan Bulak, PT PJB (Pembangkit Jawa Bali, anak perusahaan PT PLN) pernah hendak membangun IPAL komunal, tapi terkendala pembebasan lahan. Padahal Surabaya dibangun dengan partisipasi masyarakat," kata Joni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
