Peternakan ayam milik Mulyono di Tuban, MI - Abdus Syukur
Peternakan ayam milik Mulyono di Tuban, MI - Abdus Syukur (Abdus Syukur)

Awal Mula Warga Sukses Ternakkan Ribuan Ekor Ayam di Tuban

peternakan
Abdus Syukur • 04 Mei 2017 15:55
medcom.id, Tuban: Cetakan serbuk vitamin berwarna kuning dicampurkan ke air dalam jerigen berukuran 20 liter dan kemudian diaduk hingga larut. Selanjutnya, air vitamin dituangkan ke wadah-wadah plastik yang disiapkan untuk tempat minum dari ribuan ekor ayam jowo super (joper).
 
Kemudian Mulyono (57), warga Desa Sucorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ini membawanya masuk ke kandang-kandang. Cairan itu untuk minuman sekitar 1.500 ekor ayam ternaknya.
 
“Minuman sengaja dicampur vitamin, agar ayam tidak mudah terserang penyakit dan gampang mati,” kata Mulyono. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setiap pagi dan sore hari, Mulyono mendatangi kandangnya yang berada di pinggiran pantai Tuban yang berada di antara lokasi tambak milik warga yang lain. Di tempat yang teduh dan dipenuhi pohon cemara laut itu, Mulyono menernakkan ayam joper miliknya.
 
Mulyono menuturkan, dia memulai usahanya sekitar 2 tahun lalu karena tertarik dengan tawaran PT Semen Gresik (SG) Tuban bersama Universitas Gajah Mada (UGM), untuk penggemukan ayam joper. Dia tertarik, karena ayam yang digemukkan adalah jenis ayam lokal, yakni ayam jawa atau ayam kampung.
 
“Biasanya kalau penggemukan itu jenis ayam seperti broiler, ini ayam kampung biasa hasil penelitian UGM. Makanya saya bersama sejumlah teman tertarik dan menerima tawaran dari PT SG Tuban itu. Tapi tidak langsung bisa beternak, masih diberi pelatihan dulu, mulai dari pembuatan kandang hingga pemberian makan dan minum ayam yang dipelihara,” terang Mulyono.
 
Dari pelatihan yang diberikan, Mulyono yang awalnya bekerja serabutan tersebut, menerima bantuan modal dari PT SG Tuban untuk memulai usaha ternak ayam jopernya. Modal yang diberikan, untuk pembuatan kandang, pembelian bibit ayam dan biaya pakan hingga ayam bisa dijual ke pasaran.
 
Menurut Mulyono, beternak ayam joper ini sangatmenguntungkan dibanding jenis yang lain terutama broiler. Karena ayam joper ini lebih tahan terhadap penyakit, pakan lebih irit dan pertumbuhannya lebih cepat.
Dari perhitungan usaha, penggemukan ayam joper ini sangat menguntungkan bagi Mulyono. 
 
Untuk pembelian bibit minimal 100 ekor dengan harga Rp5.200/ekor. Sedangkan biaya pakan setiap 100 ekor, membutuhkan 4 kantong pakan kemasan 25 kilogram selama masa pemeliharaan yang diperkirakan 60 hari, senilai Rp2 juta dan bubuk vitamin sebesar Rp200.000.
 
“Awalnya yang saya pelihara hanya 500 ekor. Ternyata waktu yang diperkirakan 60 hari bisa menjadi lebih cepat lagi, hanya 50 hari, sudah bisa dijual dengan harga Rp27.000/ekor. Saat itu juga hasil penjualan
pertama, saya membeli bibit lebih banyak, karena keuntunganya lumayan,” tutur Mulyono.
 
Karena terus menambah bibit, awalnya hanya satu kandang sekarang Mulyono memiliki tiga kandang. Ayam joper yang digemukkannya saat ini bukan hanya 500 ekor, tapi sudah sekitar 2.000 ekor dalam kurun waktu 2 tahun.
 
“Untuk pemasaran, awalnya saya masih bingung. Tapi sekarang sudah tidak lagi, karena sejumlah tengkulak langsung datang sendiri untuk membelinya. Makanya penghasilannya lumayan besar untuk kebutuhan sehari hari dan saya juga bisa menabung untuk keperluan lain. Semua ini berkat jasa dan bantuan dari PT SG Tuban,” ujar Mulyono penuh syukur.
 
Sementara, Kepala Departemen Komunikasi dan Sarana Umum PT SG Pabrik Tuban, Aris Sunarso, menyampaikan bahwa meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat, menjadi tanggung jawab semua pihak. Karenanya PT SG Tuban melalui program Desa Perkasa, berupaya membangun masyarakat di sekitar lokasi pabrik untuk menjadi kuat atau perkasa secara ekonomi dan kehidupannya semakin membaik.
 
“Kami terus memikirkan peningkatan taraf kehidupan masyarakat sekitar. Selain peningkatan ekonomi, kami juga berupaya agar kesehatan warga sekitar juga tetap terjamin, seperti dengan pembangunan rumah tidak layak huni maupun pembangunan jamban sehat. Karena kami merasa menyatu dan PT SG Tuban
ini juga bagian dari masyarakat,” tandas Aris. 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif