Imron Rosadi, 28, petani di Desa Tebuireng, mengaku merugi akibat gagal panen. Untuk menanam cabai di lahan 1,5 hektare, ia harus mengeluarkan biaya Rp15 juta.
"Tapi karena ancaman gagal panen, ia harus memutar otak mengembalikan modal," kata Imron kepada Metrotvnews.com, Selasa (10/1/2017).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Ia menanam mulai Desember 2016. Harusnya, dia bisa memanen tanaman cabainya pada pertengahan Januari 2017. Tapi dia tidak bisa panen karena hama layu batang mengakibatkan seluruh tanaman cabainya mati. Ia tidak bisa menyelamatkan tanaman cabainya.
Biasanya, lanjut Imron, petani memanen lima hingga 7 kuintal cabai dalam satu musim tanam. Tapi sekarang, banyak tanaman cabai mati. Sehingga hasil panen bakal berkurang.
Fuad Mustofa, petani cabai, juga mengaku hampir gagal panen. Fuad memiliki lahan 1 hektare. Harusnya ia bisa memanen 5-7 kuintal dari 13 kali petik. Tapi kali ini hanya bisa memanen 90 Kg.
Ia pun harus mengganti menanam tanaman lain. Sepekan terakhir, dia menanam jagung.
"Kalau tetap menanam cabai, maka hama akan datang lagi," ungkap Fuad.
Kecamatan Dawarblandong merupakan sentra penanaman cabai. Puluhan warganya berprofesi sebagai petani cabai. Hampir seluruh petaninya gagal panen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
