Kepala Bidang Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Arif Budiansor mengatakan penghapusan ratusan siswa dalam daftar UN itu dilakukan setelah Data Nominasi Sementara (DNS) diverifikasi menjadi Data Nominasi Tetap (DNT).
"Kalau yang SMP DNSnya 8,848 setelah menjadi DNT menyusut jadi 8,580. Kalau SMA DNSnya untuk IPA 1,103 kalau IPS 1,404 setelah menjadi DNT, IPA bertambah satu siswa, kalau IPS berkurang jadi 1,391," kata Arif Budiansor, Selasa (24/3/2015).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Dia mengatakan berdasarkan hasil verifikasi itu diketahui bahwa ratusan siswa sudah tidak melanjutkan pendidikan atau putus sekolah. Di antaranya beralasan berhenti sekolah lantaran membantu orang tua mencari nafkah. Ada pula yang putus sekolah karena menikah.
"Data siswa sebelumnya memang sudah ada di akun Dapodik (data pokok pendidikan). Setelah ada permintaan memverifikasi, saya meminta kepada sekolah, bagi peserta yang sudah berhenti untuk dihapus (dari daftar UN)," imbuh dia.
Sementara, Arif mengaku belum mengantongi data peserta UN dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Ia mengatakan belum ada pihak sekolah yang mengajukan atau melapor secara resmi peserta UN dari Lapas.
"Pelaksanaannya masih kurang dua minggu. Nanti saat mendekati pihak sekolah biasanya memberikan laporan ke kami," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(TTD)
