Di Desa Pabian, ada tiga ibadah, yaitu masjid, gereja dan kelenteng. Menariknya, lokasi gereja umat Katolik berada tepat di depan masjid. Sementara, kelenteng berada di sebelah kiri gereja.
"Kami bisa kompak, saling mendukung, saling menghargai antara satu dengan yang lain," kata Romo Nulaskus Harsan Tioko Okarem di lokasi, Jumat, 14 April 2017.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
.jpg)
Kelenteng di Desa Pabian, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur -- MTVN/Rahmatullah
Romo Nulaskus mengaku bersyukur dengan toleransi beragama yang tinggi di Desa Pabian. Sehingga, tidak ada gejolak apa pun akibat perbedaan keyakinan.
Bahkan, lanjut Romo Nulaskus, umat beragama saling mendukung dengan cara menjaga keamanan ketika ada yang sedang melangsungkan acara keagamaan. Desa Pabian kini dijadikan sebagai desa percontohan toleransi di Kabupaten Sumenep. Ia berharap, toleransi beragama di Desa Pabian bisa terus terawat tanpa terkikis waktu.
Kartini, warga Desa Pabian beragama Islam, membenarkan jika toleransi beragama di desanya sangat tinggi. Ia menuturkan, pernah suatu ketika terdengar bunyi lonceng dari dalam gereja yang bersamaan dengan kumandang azan.

Masjid di Desa Pabian, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur -- MTVN/Rahmatullah
Bunyi lonceng dari gereja tiba-tiba terhenti. Sementara, suara azan tetap berlanjut karena bacaannya harus dituntaskan.
"Selama ini kami tidak pernah saling mengusik. Kami saling menghargai," jelasnya.
Contoh toleransi lainnya, kata Kartini, nampak saat bulan Ramadan. Warga Desa Pabian yang menganut agama lain tidak merasa terusik dengan kegiatan keagamaan umat Islam, terutama saat tadarus Quran di malam hari.
Menurut Kartini, saat Idul fitri, para suster biasnaya ikut bersilaturahami untuk menjaga hubungan baik sesama warga. "Ketika mereka menghargai kami, sudah sewajibnya kami menghargai mereka," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(NIN)
