Empat daerah itu yaitu Lamongan seluas 125,67 Hektare; Bodowoso seluas 93,98 Hektare; Pacitan seluas 49,28 Hektare; dan Kediri seluas 71,69 Hektare.
Kepala Satker Pengembangan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Timur, Indriarti Listyorini, mengatakan perlu penanganan khusus untuk kawasan tersebut. Satu di antaranya membangun rumah susun.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Misalnya membangun rumah susun dan ruang terbuka hijau. Sehingga warga di kawasan tersebut dapat lebih sehat, terhindar dari bencana, dan lingkungannya lebih nyaman," kata Indrirati di ruang kerjanya di Surabaya, Kamis (4/8/2016).
Indriarti menyebutkan kawasan kumuh memiliki jumlah penduduk yang padat. Warganya hidup dalam rumah kecil namun saling berdekatan.
Lantaran padat, warga sulit mendapatkan air bersih. Saluran airnya pun minim.
"Misalnya kawasan kumuh di Kenjeran, Surabaya," ungkap Indriarti.
Menurut Indriarti, Pemprov tengah mengupayakan 'Kampung Improvement Program' untuk menangani kawasan kumuh tersebut. Program itu dicanangkan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU).
Indriarti tak mengelak program itu membutuhkan kolaborasi dan pendanaan dari berbagai pihak. Yang penting, katanya, tak ada lagi warga yang tinggal di permukiman kumuh dan tak sehat.
"Warga bisa mendapatkan akses air bersih 100 persen dan sanitasi 100 persen," lanjtu Indriarti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
