Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal (Anwar Sadat Guna)

UMKM di Bintan Terganggu Krisis Air

umkm krisis air bersih
Anwar Sadat Guna • 25 Maret 2019 21:32
Batam: Kemarau panjang melanda Kabupaten Bintan dan menyebabkan beberapa wilayah kekeringan. Warga yang memiliki perigi atau sumur mulai kesulitan mendapatkan air, termasuk pelaku usah mikro kecil menengah (UMKM) yang mengandalkan air untuk beroperasi.
 
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bintan Edi R Surbakti mengatakan beberapa pelaku UMKM kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan operasionalnya. Misalnya pencucian mobil di Tanjunguban yang mulai mengurangi jam operasionalnya karena minimnya persediaan air. Begitu juga dengan usaha laundry.
 
"Usaha pembuatan kerupuk atau industri rumahan juga mulai ada yang kesulitan mendapatkan air akibat kekeringan yang melanda beberapa wilayah di Bintan saat ini," kata Edi kepada Medcom.id, Senin, 25 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kekeringan bertambah ketika kebakaran lahan dan hutan terjadi di beberapa wilayah di Bintan. "Area lahan dan hutan sebelum kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Bintan di Bintan Buyu juga terbakar. Namun mampu ditangani dengan cepat oleh pemerintah," ujar Edi.
 
Sementara, belum ada keluhan dari pengelola kawasan industri di Bintan  akibat krisis air sebulan terakhir. Kawasan industri di Bintan memiliki waduk atau dam dan juga pengolahan air.
 
"Seperti kawasan Lagoi, mereka punya waduk untuk tadah air hujan. Ada satu lagi waduk yang baru yakni sebelum Lagoi Bay. Pengelola kawasan wisata Lagoi, yakni Bintan Resort Cakrawala (BRC) yang mengelola waduk dan distribusi air di kawasan tersebut," ujar Edi.
 
Selain kawasan Lagoi, kata Edi, kawasan industri Lobam juga  memiliki pengolahan air, sehingga industri di kawasan itu belum mengalami kesulitan mendapatkan air. Namun, daerah atau pemukiman penduduk yang tidak teraliri air mulai sulit memperoleh air.
 
Pihaknya mengapresiasi kesigapan Pemkab Bintan, Polres, dan Kodim menangani kebakaran lahan dan hutan di beberapa lokasi di Bintan.  Pihaknya berharap agar kemarau dan kekeringan yang melanda Bintan dapat segera teratasi dan hujan segera turun.
 
"Kita berharap mudah-mudahan hujan mengguyur wilayah Bintan agar aktivitas dan perekonomian masyarakat menggeliat lagi," ujarnya.
 

 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif