Pertumbuhan Ekonomi Babel Tertinggi di Sumatera
Ilustrasi. Medcom.id/Rakhmat Riyandi
Pangkal Pinang: Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencapai 7,09 persen pada triwulan III-2018. Babel menempati posisi tertinggi di wilayah Sumatera.

"Pertumbuhan ekonomi provinsi ini menjadi yang tertinggi karena ketahanan perekonomian cukup kuat, meski ada ketidakpastian ekonomi global dan belum menggembirakannya harga komoditas," kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Babel Tantan Heroika di Pangkal Pinang, Jumat, 16 November 2018.

Empat sektor lapangan usaha di Bangka Belitung yang tumbuh dan memberikan andil pada triwulan III-2018 yakni industri pengolahan, sektor pertanian, sektor pertambangan dan sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor.


Dari sisi lapangan usaha, sektor industri pengolahan tumbuh tertinggi sebesar 10,03 persen tahun-ke-tahun (YoY) dengan kontribusi 2,25 persen terhadap pendapatan domestik regional bruto. Hal tersebut disebabkan meningkatnya produktivitas kelapa sawit untuk pengolahan CPO dan produksi timah batangan pada periode ini.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan juga mendorong pertumbuhan ekonomi triwulan III-2018 dengan pertumbuhan 8,61 persen (YoY) dan kontribusi 1,55 persen terhadap pertumbuhan tahunan PDRB.

"Pertumbuhan ini disebabkan adanya panen raya untuk komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, lada, dan karet. Peningkatan produktivitas kelapa sawit disebabkan implementasi good agricultural practices (GAP) yang semakin baik," ujarnya.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi triwulan III-2018 utamanya bersumber dari ekspor luar negeri yang tumbuh 12,59 persen (YoY) dan memberikan andil 5,91 persen terhadap pertumbuhan PDRB.

"Peningkatan ekspor ini disebabkan meningkatnya kinerja dari sektor industri pengolahan berbasis CPO dan timah," ujarnya.

Komponen konsumsi rumah tangga juga mengalami pertumbuhan 9,19 persen (YoY) dengan andil pertumbuhan 3,13 persen. Peningkatan sektor rumah tangga seiring dengan peningkatan konsumsi pada beberapa hari besar keagamaan dan penyaluran gaji ke-13 untuk pegawai negeri sipil.

"Nuansa positif dari pertumbuhan ekonomi yang tinggi diperkuat oleh tingkat inflasi yang cukup terkendali sampai dengan Oktober 2018," ujarnya.

Tantan menambahkan untuk pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2018 diperkirakan akan meningkat dan akan mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi 2018.

"Sampai dengan akhir 2018, kinerja pertambangan dan industri pengolahan berbasis timah diperkirakan akan cukup baik seiring dengan stabilnya harga timah dan tingginya permintaan ekspor untuk timah olahan," ujarnya.       

Selain itu, berlanjutnya masa panen raya untuk komoditas pertanian, khususnya kelapa sawit, akan mendorong pertumbuhan sektor perkebunan dan industri pengolahan yang berbasis kelapa sawit.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id