Ilustrasi/Medcom.id.
Ilustrasi/Medcom.id. (ant)

Sumsel Siaga Darurat Karhutla

kebakaran lahan dan hutan
ant • 09 Mei 2019 14:33
Palembang: Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru telah menetapkan wilayahnya siaga darurat kebakaran hutan kebun dan lahan. Penetapan dilakukan sebagai antisipasi kabut asap akibat kebakaran.
 
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumsel Iriansyah mengatakan memasuki musim kemarau wilayah Sumsel rawan akan bencana kebakaran hutan, kebun, dan lahan. Oleh sebab itu antisipasi harus dimaksimalkan. 
 
"Guna menanggulangi bencana tersebut telah ditetapkan Surat Keputusan Gubernur Sumsel tentang pembentukan Pos Komando Satuan Tugas Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan pada 1 April lalu," kata Iriansyah, Kamis, 9 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, sehubungan adanya Surat Keputusan tersebut, pihaknya 
menindaklanjuti dengan melaksanakan rapat koordinasi tentang pengendalian kebakaran hutan kebun dan lahan. 
 
Sementara Dansatgas Posko Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan Kolonel Arh Sonny Septiono dalam rapat koordinasi tersebut mengatakan, dalam pengendalian bencana kebakaran hutan dan lahan di antaranya melakukan patroli darat bersama BPBD, SAR ke beberapa wilayah di Sumsel.Patroli dilakukan guna mencegah sedini mungkin bencana kebakaran hutan, kebun dan lahan, ujar Danrem 044/Garuda Dempo itu.
 
Apalagi dengan telah ditetapkan status siaga darurat maka pihaknya telah mempunyai payung hukum dan rapat koordinasi itu merupakan langkah awal dalam menyamakan persepsi pencegahan kebakaran hutan, kebun dan lahan.
 
Memang, lanjut dia, pencegahan sudah lama dilaksanakan dari instansi terkait sejak bulan Januari 2019 tetapi surat keputusan gubernur itu untuk lebih memperkuat lagi.
 
Apalagi berdasarkan keterangan BMKG kerawanan El Nino memang cukup panjang sehingga akan rawan kebakaran maka antisipasi sedini mungkin perlu dimaksimalkan.
 
Meski demikian, kata dia, penyebab kebakaran hutan dan lahan sebenarnya tidak hanya faktor alam, tapi faktor manusia, sehingga masing-masing Organisasi Perangkat Daerah diminta bergerak mencegah terjadinya potensi kebakaran.
 
"Selain itu juga harus mengingatkan perusahaan perkebunan serta warga sekitar lahan gambut agar tidak membakar lahan," ujar Soony.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif